Racana Padjadjaran dan Ambalan Padjadjaran

Pramuka UNPAD sabisa-bisa sing bisa kudu bisa KAPAS TIMBANG PARE DONGDANG.

Racana Padjadjaran dan Ambalan Padjadjaran

Pramuka UNPAD sabisa-bisa sing bisa kudu bisa KAPAS TIMBANG PARE DONGDANG.

Racana Padjadjaran dan Ambalan Padjadjaran

Pramuka UNPAD sabisa-bisa sing bisa kudu bisa KAPAS TIMBANG PARE DONGDANG.

Racana Padjadjaran dan Ambalan Padjadjaran

Pramuka UNPAD sabisa-bisa sing bisa kudu bisa KAPAS TIMBANG PARE DONGDANG.

This is default featured slide 5 title

Pramuka UNPAD sabisa-bisa sing bisa kudu bisa KAPAS TIMBANG PARE DONGDANG.

Rabu, 04 April 2012

Jilbab Seragam Pramuka Inggris


Pramuka Inggris mempunyai seragam baru khusus untuk mereka yang mengenakan jilbab setelah ada permintaan dari kalangan masyarakat Muslim. Seragam baru dengan rancangan khusus itu dilengkapi dengan penutup kepala dengan gaya ''hoodie'' seperti yang dikenakan anak-anak remaja perkotaan dan baju yang lebih panjang.
Baju yang mencapai lutut itu bermotif kegiatan kepramukaan dan menggambarkan semangat petualangan.
Sekitar 600 pramuka Muslim putri dipastikan akan mengenakan seragam baru ini walau juga tersedia bagi pramuka putri lain yang ingin mengenakannya. Perancang pakaian Inggris Sarah Elenany (27) dari London merancang pakaian ini dengan label Elenany.

Ia mengatakan rancangannya ditujukan untuk memberi kesempatan pemakainya tetap bisa beraktivitas dengan bebas dan nyaman.
''Saya ingin anggota pramuka terlibat dalam perancangannya -- dan mereka kemudian memberi tahu pakaian seperti apa yang ingin mereka kenakan serta apa yang tidak mereka suka dengan yang sekarang ada,'' katanya.

Sesuatu yang berbeda
Ketersediaan seragam baru ini menggarisbawahi akan adanya perubahan pegiat pramuka di Inggris yang semakin modern dan beragam.
Aamena Ismail, 12, dari London mengatakan, ''Pakaian model hoodie ini fantastis. Sebagai seorang pramuka Muslim putri saya merasa sangat nyaman, tetap praktis dan bahkan bisa saya kenakan untuk berlayar.''''Bahkan kalau dikenakan di luar kegiatan kepramukaan, masih tetap modis.''
Saat ini ada sekitar 2.000 anggota pramuka Inggris beragama Islam. Kepala pramuka Inggris Bear Grylls, ''Dengan tersedianya pakaian baru ini menunjukkan bahwa kami bergerak sesuai waktu dan menyesuaikan diri dengan tumbuhnya anggota dari latar budaya yang beragam.'
''Pramuka menawarkan kesempatan untuk semua orang tanpa pandang agama, etnis atau kepercayaan. Saya sangat bangga telah menawarkan sebuah lingkungan bagi mereka untuk berbagi.
Berdasar sensus Asosiasi Pramuka Inggris, untuk pertama kalinya dalam sejarah terjadi peningkatan anggota putri yang lebih banyak dari pria. Sejak tahun 2005 saja terjadi peningkatan 88 persen dengan jumlah total 66.576 anggota.

Detik Kelahiran Pramuka

Detik Kelahiran Pramuka

DETIK DETIK KELAHIRAN GERAKAN PRAMUKA
pintu-gerbang-g-pramuka_resize.gif
Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang
penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka
Diperoleh: “http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gerakan_Pramuka_Indonesia”

Catatan redaksi : Ada Sesuatu yang menarik, mengapa yang menandatangani Kepres Tentang  Gerakan  Pramuka adalah Ir. Juanda ? Bilamana Presiden saat itu tengah mengadakan kunjungan ke Jepang, mengapa tidak menunggu beliau pulang dari lawatannya ?
Andakah yang tahu ?

Gudep 04-373/04-374, Racana Universitas Indonesia Dikukuhkan

Gudep 04-373/04-374, Racana Universitas Indonesia Dikukuhkan

445657_Lantik Gudep UI.jpg +
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Jakarta Pusat, Yulizar Gustiansyah Kamis pagi (29/3) melantik Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) 04-373/04-374, Racana Nara-Stri Kalpavriksha Universitas Indonesia (UI). Selaku Kamabigus adalah Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri. Acara pelantikan berlangsung di Balai Sidang UI, Kampus UI Depok.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H yang juga salah seorang Guru Besar Universitas Indonesia, turut hadir dan memberikan kata sambutan.
Selesai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan Seminar Kepramukaan yang menampilkan tiga pembicara: Kak Bambang Wachyudianto (Alumni Pramuka UI yang juga Anggota Mabigus Gudep 04-373 / 04-374 Jakpus) tentang nilai-nilai kepramukaan di perguruan tinggi, Kak Brata T. Hardjosubroto (Andalan Nasional yang juga Anggota Mabigus Gudep 04-373 / 04-374 Jakpus) tentang peranan Pramuka dalam pembentukan Karakter di perguruan tinggi, dan Hedwig Hegar Bay, S.Sos. (Direktur Pusat Kajian Pemuda FISIP UI) tentang kilas balik peranan pemuda di Indonesia saat kemerdekaan dan karakter pemuda masa kini. Acara pengukuhan dan seminar dihadiri sekitar 300 tamu dan undangan dari kalangan Civitas Academica UI maupun beberapa wakil Gudep dan Racana di DKI Jakarta dan Depok. Humas KN

Renungan Hari Baden Powell 2012

Renungan Hari Baden Powell 2012

Saya akan menyampaikan kunci sukses saya kepada anda
bagaimana saya bisa hidup dengan bahagia sampai sekarang
di usia saya yang ke 80.

Kuncinya adalah
Saya selalu berusaha melaksanakan Satya dan Darma Pramuka
dalam perilaku saya sehari-hari

Jadi kalau ingin anda hidup sukses seperti saya
Terapkanlah Satya dan darma Pramuka dalam kehidupanmu

Kakak-kakakku,
Itulah kalimat yang diucapkan oleh baden Powell
Amat sederhana tetapi sulit diterapkan

Saat ini semua petinggi negeri kita
membicarakan karakter bangsa
Semua merasa bahwa saat ini bangsa kita
telah kehilangan karakter itu

Korupsi merajalela, kejujuran menjadi langka
Rasa pesaudaraan semakin menghilang
Berganti saling curiga

Seringkali kita melihat tawuran terjadi
hanya karena masalah sepele
Dekadensi moral,penggunaan narkoba semakin marak

Inikah wajah negeri kita?
Kemana negeri yang dulu terkenal dengan keramahannya?
Apakah kita sudah tidak dapat berharap
Negeri ini kembali seperti sedia kala?

Jangan, Jangan pernah berhenti berharap!

Kakak-kakakku,
Ada sebuah kisah
Percakapan empat buah lilin yang terangi sebuah ruangan

Dalam hening
Hening dan sepi
Lamat-lamat terdengarlah percakapan mereka

Lilin pertama berkata
Aku adalah damai
Tapi manusia tak mampu menjagaku
Maka lebih baik aku mematikan diriku
Tak lamakemudian matilah lilin pertama

Lilin ke dua berkata
Aku adalah iman
Tapi aku tak berguna lagi
Manusia tak mau mengenalku
Tak ada gunanya ku tetap menyala

Maka matilah lilin ke dua

Lilin ke tiga berkata
Tak mampu lagi aku untuk menyala
Manusia tak lagi menganggapku berguna
Saling membeci bahkan membenci mereka yang mencintainya
Membenci keluarganya

Maka matilah lilin yang ke tiga

Tepat pada saat itu,masuklah seorang anak
Melihat ke tiga lilin telah padam
Apa….apa yang terjadi??
Kalian harus tetap menyala!
Aku takut kegelapan!
Lalu ia menangis tersedu-sedu

Lilin ke empat terharu mendengar tangisan anak tadi dan berkata
Jangan menangis
Jangan takut
Selama aku masih menyala
Kita dapatmenyalakan ke tiga lilin itu
Karena aku adalah harapan

Dengan mata berbinar
Sang anak mengambil lilin harapan
Lalu menyalakan kembali ke tiga lilin tadi
Ruangan itu kembali terang seperti sediakala

Kakak-kakakku,
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kisah itu?

Dalam situasi bangsa yang sedang carut marut ini
Kita sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka
Harus siap menjaga harapan yang diembankan oleh pemimpin bangsa kita:
Gerakan Pramuka wadah pendidikan karakter bangsa.

Sudah menjadi tugas kita
Untuk menjaga agar lilin harapan tidak padam
Dan menjadipelopor untuk menyalakan lilin lilin yang lain.

Dengan cara apa kita melakukannya?

Jawabnya hanya Satu
Kita harus mampu menjadi teladan bagi generasi muda
Karena penanaman karakter yang terbaik adalah
Melalui keteladanan

Mampukah kita menjadi teladan?

Kita pasti mampu asal kita mau melaksanakan
Apa yang diucapkan Baden Powell
“Menerapkan Satya dan darma Pramuka dalam perilaku kita sehari-hari”

Dengan begitu,
Kita akan siapmenjadi teladan
Dengan begitu
Kita bias menjadi lilin harapan
Yang setiap saat dapat menyalakan
Lilin iman, lilin cinta, lilin damai, dan lilin lilin yang lain
Sehingga bangsa ini akan kembali
Menjadi bangsa yang cinta damai,
Sejahtera, adil dan makmur
Serta penuh kasih sayang

Raimuna Nasional 2012

Raimuna Nasional 2012:

337857_DSC_1729.JPG +.JPG
Pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pandega (usia 16 – 25 tahun) se-Indonesia yang bertajuk Raimuna Nasional akan digelar di Papua tanggal 25 Juni – 1 Juli 2012. Kegiatan yang mengangkat tema “Pramuka Indonesia bersama masyarakat membangun tanah Papua” akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cendrawasih, Jayapura, Papua. Selama sepekan  para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari seluruh Indonesia berkumpul, berbagi, dan membangun bangsa. Berbagai kegiatan alam, workshop, kegiatan tukar pengetahuan budaya dan kearifan lokal, diskusi, dan kebersamaan lain dirancang untuk menjawab kebutuhan masa kini.
Kata Raimuna berasal dari bahasa Ambai, Daerah Yapen Timur, Kabupaten Yapen Waropen, Papua. Kata Raimuna merupakan gabungan dua kata yaitu Rai dan Muna. Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan  bersama. Sedangkan Muna adalah daya  kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Raimuna memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan. Sebagai kegiatan empat tahunan, tahun 2012 ini akan menjadi penyelenggaraan Raimuna ke sepuluh (X)  dan merupakan pertama kali diselenggarakan  di daerah Indonesia Timur, yaitu di Papua.
Dewan Kerja Nasional Pramuka Penegak dan Pandega sebagai bagian integral dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Dewan Kerja Daerah Papua saat ini sedang mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan Raimuna Nasional. Konsep kegiatan yang dituangkan dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Raimuna Nasional akan menjadi pegangan setiap kontingen daerah untuk mempersiapkan diri. Kwartir Daerah Papua bersama pemerintah daerah setempat saat ini sedang melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana kegiatan untuk mendukung kegiatan  yang sangat dinantikan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega seluruh Indonesia.
Ketua Dewan Kerja Nasional Pramuka Penegak dan Pandega, Muklis mengatakan bahwa  “Raimuna Nasional kali ini kita akan membuktikan bahwa Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan bagi kaum muda yang dapat mempererat bangsa serta memperkuat NKRI tanpa memandang siapa dan dari mana asalnya, agama serta sukunya,  Raimuna Nasional tahun 2012 di Papua mengundang setiap anggota Gerakan Pramuka untuk bersatu dan menyerukan perdamaian, “ tegasnya.
Sementara itu Mesakh Jarisetouw, salah satu pengurus Dewan Kerja Daerah Papua yang menjadi anggota tim kelompok kerja persiapan Raimuna Nasional 2012 berharap kepada  Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari seluruh Indonesia bersiap dan datang ke tempat kami, kami akan sangat senang sekali. “Tidak perlu takut datang ke Papua, Papua tanah damai,” tegas Mesakh Jarisetouw disela-sela persiapan Raimuna Nasional.
Semua pihak akan bekerja sama dan menyukseskan kegiatan ini. Jadi, tara usah takut, mari kitong ke Papua!. Redaksi Wk. Yosea Kurnianto, Dewan Kerja Nasional (DKN)